Thursday, May 26, 2011

Prediksi Final Liga Champion 2010/2011: Duel Antar Lini Antara Barcelona vs Manchester United

Prediksi Final Liga Champion 2010/2011: Duel Antar Lini Antara Barcelona vs Manchester United. Final Liga Champion 2010/2011 yang akan berlangsung Minggu dinihari (29/5) mempertemukan Barcelona kontra Manchester United akan menyajikan duel yang menarik, berikut perkiraan duel pemain kunci kedua tim antar lini:

1. Duel di Lini Depan Barcelona vs Lini Belakang Manchester United


Di sinilah duel sesungguhnya terjadi, dimana lini terkuat kedua kubu berbenturan langsung. Barcelona, yang diwakili pasukan penggedor dengan rekor mencetak gol terbanyak di Liga Champion 2010/2011, bersua deretan pemain belakang dengan rekor kebobolan paling sedikit milik Manchester United.

Dipimpin Lionel Messi sebagai kolektor 11 gol, yang tidak hanya terbanyak di Barca, tapi juga di daftar top skor, Blaurgana masih Agen 338a disokong duet David Villa (3 gol) dan Pedro Rodriguez (4 gol) guna membentuk trisula maut bertotal 27 gol. Jika diambil rataan, berarti Barca mampu mencetak 2,25 gol setiap partainnya.

Messi unggul di sektor teknis, akurasi dan memiliki daya magis yang memungkinkan dirinya untuk keluar sebagai dewa penyelamat bagi Pep Guardiola. Tak bisa dilupakan juga peran Villa dan Pedro. Meski belakangan jarang masuk score-sheet, berkat kecepatan yang dipunyai, keduanya sanggup muncul di posisi tepat untuk mencetak gol.


Tridente Messi-Villa-Pedro akan mendapatkan perlawanan sengit dari duo Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand. Palang pintu kembar bertubuh tinggi ini yang paling bertanggung jawab dalam mengawal kotak 16 meter Red Devils sehingga cuma kemasukan 4 gol dalam 12 laga atau 0,33 gol masuk di setiap duelnya.

Ketangguhan fisik menjadi kunci. Jika sabar mematikan ruang gerak Barca, pekerjaan MU menuju tahta sudah setengah jalan. Sebaliknya, bakal menjadi bencana jika Vidic-Rio gagal mengawal ketat Messi-Villa-Pedro. 

2. Duel di Lini Tengah Barcelona vs Lini Tengah Manchester United


Semua klub yang pernah menghadapi Barcelona pasti punya penilaian serupa mengenai Tim Catalan. Pasukan Pep Guardiola begitu piawai menjaga bola tetap dalam penguasaan mereka. Permainan tiki-taka khas Blaurgana sudah dimulai dari lini belakang. Duet bek tengah, yang biasa diperankan Carles Puyol dan Gerard Pique, begitu nyaman memainkan operan pendek dari kaki ke kaki. 

Namun, kunci permainan Barca tetaplah dipegang Agen SBOBET oleh Xavi Hernandez, gelandang berusia 31 tahun yang menjadi inisiator serangan. Dari kakinya, ritme serangan Barca ditentukan. Dari sini bisa dipahami mengapa Xavi selalu menorehkan catatan passing terbanyak dibanding rekan-rekannya. Yang menjadikan Barca berbahaya adalah bahwa Xavi tidak bekerja sendirian, melainkan membentuk duet hebat bersama Andres Iniesta. Jika Xavi bermain lebih ke dalam, Iniesta dibebaskan menjalankan porsi ofensif.

Manchester United tentu sudah paham benar keunggulan tersebut. Sebenarnya, ketika kalah 0-2 pada final Liga Champion 2008/09, MU sudah cukup mampu mengatasi permainan Barca. Buktinya, tim asuhan Sir Alex Ferguson bisa mencatatkan ball-possession sekitar 48%.

Menurut kiper legendaris MU asal Denmark, Peter Schmeichel, Wayne Rooney cs kini hanya perlu bermain lebih sabar. Barca boleh dibiarkan leluasa menguasai bola, tapi hanya di daerahnya sendiri. Setelah mampu merebut bola dari Barca, kecepatan serangan balik yang digawangi Nani dan Ryan Giggs harus dimaksimalkan. "Kali ini dengan pengalaman di laga sebelumnya, final akan berjalan lebih ketat," kata Schmeichel. 

3. Duel di Lini Belakang Barcelona vs Lini Depan Manchester United


Bila Gerard Pique dan Carles Puyol tampil bersama, jelas akan sulit menemukan kelemahannya. Tengoklah saat Javier mascherano menggantikan peran Puyol di semifinal menghadapi Real Madrid, situasi sulit muncul terutama pada leg kedua. 

Kekokohan duet Pique-Puyol kini akan diuji kedalaman pengetahuan Fergie soal Pique sebagai bekas pemain yang pernah bergabung di bawah panji United. Pada final 2008/09, pemahaman karakter Pique ini terbukti tidak membawa hasil positif Agen IBCBET bagi MU.

Mungkin karena saat itu Puyol dimainkan di sisi kanan, sedangkan Pique diduetkan dengan Yaya Toure sebagai bek sentral. Analisis MU kini akan lebih sulit lagi karena ketika Barcelona mengalahkan 3-1 Arsenal (sebagai sesama wakil Inggris) di leg kedua putaran 16 besar, Puyol pun tidak bermain.

Untung MU memiliki duet striker terdinamis, Wayne Rooney dan Javier Hernandez, yang mampu bermain segaris ataupun dalam formasi 4-4-1-1 semu. Semua tergantung pada kiprah Rooney, yang mampu bermain kreatif dalam menjemput bola. Imbasnya salah satu dari Puyol atau Pique harus cermat membaca permutasi lini depan MU.

Belajar dari pengalaman menghadapi lawan yang mempunyai penyerang tajam dari lini kedua, bukan tidak mungkin Barca juga menurunkan pelindung bek tambahan. Biasanya peran ini dimainkan Sergio Busquets. 

Dari uraian review di atas, tentu akan menarik partai Final Liga Champion 2010/2011 kali ini untuk ditonton. Menurut anda, siapakah yang akan sukses memainkan perannya masing-masing sehingga keluar sebagai pemenang, untuk referensi anda bisa baca di Prediksi Skor Pertandingan Barcelona vs Manchester United (Final Liga Champion 2010/2011).

No comments:

Post a Comment

Blog Archive